Lucu mungkin jika seorang pemimpi mampu mewujudkan impiannya, aneh mungkin juga bilamana pencipta teori merealisasikan idenya. Tapi it’s real, why not?. Coba kita tengok kembali sang penggagas telephon “mas Alex” Alexander Graham Bell lengkapnya, atau den Einstein yang kita coba kenalan dengan ciptaannya teori relativitas. Nyata kan? Lalu kenapa kita tidak mengikuti jejak langkah mereka yang menyejarah ini bahkan sang imam Averroes (Ibnu Rusyd) bapak philosop Islam, Avicenna (Ibnu Sina) bapak dokter muslim dan lain sebagainya, justru kita kini malah menghapus jejaknya. Sungguh sangat ironis sekali kawan, dunia ini bukan dunia dongeng yang hanya ada dalam angan anda, kita dan mereka semata. Bukan pula dunia mimpi yang sempurna menurut “si Abu Naum”, kita beridealisme ingin seperti mereka-mereka namun hanya dalam alam maya kita ini, alam pikiran dan khayalan saja. Tidak ada ide, rencana dan metode untuk menggapainya (mungkin ngak sich?).
Einstein ataupun siapa saja berhasil bukan pada ke-100 kalinya percobaan yang dilakukan melainkan dari 99 kali yang telah dikerjakannya, tanpa keluh dan kesah yang seharusnya dihadapi mereka bisa mengenalkan dirinya pada dunia dengan teori relativitasnya, teori pitagorasnya dll, kenapa kita tidak mencoba seperti itu?. Sayyid Quthub pernah berkata “Sesungguhnya keberanian tidak akan mempercepat ajal, karena ajal sudah ditentukan. Sesungguhnya sikap pengecut tidak akan memperlambat, karena ajal telah ditentukan” (Izzuddin, 2008:217). So, beranilah untuk melangkah menggapai mimpi dengan segenap potensi bukan malah takut, kita takut berarti kita sudah berada dalam kegagalan or kesalahan “an-nâsu khouf al-khoto’i fi al-khoto’i”. Gali diri dengan bercermin pada diri sendiri, melihat potensi dan mengintropeksi kekurangan diri kemudian merancang strategi meraih prestasi.
Bangunlah dari mimpi diri sendiri, carilah jati diri. Mulailah dari Who Am I? seperti yang terjadi pada kisah sang singa. Seekor anak singa yang masih kecil, terpisah dari induknya. Merasa kehilangan. Melihat segerombolan kambing, anak singa itu pun mengikutinya. Masuklah ke dalam komunitas kambing. Makan daun bertahun-tahun. Merumput. Mengembik. Tumbuh muda, besar, dan dewasa bersama sekawanan kambing. Hingga suatu pagi, singa itu pergi ke sungai untuk melepas dahaga. Ia melihat bayang-bayang wajahnya di air. Bercermin. Kok berbeda? Heran, ternyata wajahnya berbeda dengan wajah kambing yang selama ini menjadi ayahnya. Tak sama dengan wajah saudaranya, ibunya maupun kawan mainnya.
Ketika merenung, saat itu seekor gajah melintas. Ia pun bertanya padanya, “siapa aku?”, “kamu adalah singa. Keturunan singa,” jawab sang gajah sambil bergegas pergi. Mendengar keterangan tersebut, ia mengaum keras, auman singa. Keras sekali, hingga menyiutkan nyali semua kambing yang menemani. Singa itu telah menemukan diri melalui sebuah cermin di air (Izzuddin, 2008:102).
Please, tafakuri dong kisah unik di atas. Kita sudah begitu belum? Ataukah kita memang tidak mau begitu selalu qona’ah dengan apa yang kini kita sudah jadi. Puas dengan apa yang kita bisa, cukup dengan segala yang kita tahu. Akhirnya kita hanya akan jadi “katak dalam tempurung dong” (iiih enggak banget dech). Malah yang lebih “parah” (lebih parah) lagi mayoritas kita bangga dan tetap tenggelam dalam sebutan “ini loch bokap gua”, padahal pepatah Arab menegaskan “inna al-fatâ man yaqûlu hâ anada, wa laisa al-fatâ man yaqûlu kâna aby”. It’s me. Ingat, ingat, kita bukan sang pemimpi yang punya kerjaan mimpi terus, bukan juga sang pengkhayal yang punya angan-angan panjang di negeri mimpi. Kita nyata hidup dalam dunia realitas. Kata mas Izzuddin (2008:20) dalam bukunya The Way to Win bilang “Pikiran itu ruang kemungkinan, sedang realitas adalah ruang kenyataan. Nah antara pikiran dan realitas ada ruang kosong. Di situlah kita mesti mencermati untuk memotivasi diri mengubah kemungkinan menjadi kenyataan”.
Wah kena lagi dech yang jadi juragan mimpi tuch (ha ha)! We must remember guys that everybody has idea or purpose to find their real life, yes or not?. Bangkit singsingkan lengan baju, mulailah berteriak dalam hati nurani kita I can do it, than practice your idea. Kita ada di alam nyata. Bukan panggung sandiwara. Bukan atmosfer impian. Perampok bisa berubah dan menyejarah. Kita pun bisa. Asal ada ketajaman hati, kejernihan nurani, kecerdasan pemikiran, kelembutan perasaan. Menurut Al-Ghozali, ada dua golongan manusia di alam nyata. Pertama, manusia yang terlelap dalam cahaya gemerlap. Kedua, terjaga dalam gelap, pekat. Kita harus berubah. Mengubah energi menjadi cahaya. Mengubah kegelapan menjadi kecemerlangan (Izzuddin, 2008:194). So, aena takhtâr? Al-Awwal aw At-Tsânie!.
Kampus kita bukan kandang tukang bobo apalagi tempat imigran gelap (sebutan bagi tukang tidur yang pindah tempat), but it the source of science. Coba saja cari dan analisis, di sana banyak ngumpet ilmu kauniyah dan tanziliyah, belief or not kita harus yaqin seyakin-yakinnya alias haqul yakin. Sobat, kita ini laskar para pemimpi yang punya banyak mimpi dan menjadikannya tujuan cita-cita tuk diraih dan direalisasikan. Bukan dinina bobokan loch…tadzakkarû yâ ikhwân….jadi diri sendiri itu memang sulit dan perlu waktu yang lama, benar kata Dag Hammarskjold, mantan Sekjen PBB “Perjalanan yang paling panjang dan paling melelahkan adalah perjalanan masuk ke dalam diri sendiri” (Izzuddin, 2008:101). So let’s be our self berani jadi yang terbaik yang berbeda “Different isn’t always better but the best is always different” (Marpaung, 2007:xii) dan menciptakan mimpi jadi kenyataan di negeri impian. Wallahu ‘alamu bis-showab.
(Cecep Syucria)
Hello!
viagra , cialis , phentermine , tramadol , xanax , viagra , cialis , phentermine , tramadol , xanax ,
Hello!
viagra , buy cialis , cialis , generic viagra , , , , , , ,
Hello!
viagra , cialis , phentermine , tramadol , xanax , viagra , cialis , phentermine , tramadol , xanax ,
allegra printing2c rocky mount2c nc 8-] prazosin on line order 905582 soma god of the moon kuc prozac doses >:DD
phentermine 21244
50mg sulfamylon 6450 lipitor discontinue kdmcc best price for spectinomycin =-]]] feedback on seasonale 8-( luxury hotel rome ilosone zggnr
purchase gamolenic acid online 378325 cheap generic dihexyverine 6349 fast carmofur online ifu cialis and blurred vision xkw remeron symptom withdrawal 665