Pro dan kontra dalam memahami pemikiran seseorang itu sudah menjadi Sunntullah, karena setiap manusia mempunyai latar belakang pendidikan, lingkungan, kebiasaan, pengalaman, kemampuan jasmani atau otak dll yang berbeda-beda, walaupun ada yang sama, sehingga wajar sekali ada perbedaan dan kesamaan pemahaman setiap mereka. Tidak ada gading yang tak retak. Artinya, tidak ada manusia yang sempurna. Setiap manusia punya kelebihan dan punya kekurangan. Begitu juga Imam Gazhali. Beliau punya kelebihan dan kekurangan. Banyak yang pro dengan beliau, tapi juga banyak yang kontra. Musthafa (2004:220) menyebutkan dan mengatakan yang pro dan kontra dengan beliau adalah:
“Yang pro antara lain: Ibnu al-’Ibri dan Raymond Martin banyak mengambil pikiran-pikiran al-Gazhali untuk menguatkan pendirian-pendirianya. Demikian pula Pascal (Perancis,1623-1662) dan filosof-filosof barat lainnya, yang banyak persamaan dengan al-Gazhali dalam pendiriannya, bahwa keyakinan beragama tidak bisa diperoleh dari akal pikiran semata, melainkan harus pula berdasarkan hati dan rasa.
Download artikel lengkap: Tasawwuf dalam Pandangan Imam Gazhali