Apel Bulanan adalah sebuah tradisi yang diterapkan oleh Kampus IDIA Prenduan layaknya upacara biasa, memang kelihatan seperti upacara biasa meski tidak ada pengibaran bendera merah putih layaknya upacara yang dilaksanakan dalam sekolah pendidikan baik ditingkat Sekolah Dasar Maupun di Sekolah Menengah, namun bila anda mengikuti Apel Bulanan yang dilaksanakan di Kampus ini sangat berbeda dan banyak nilai-nilai pendidikan yang terdapat di dalamnya, apel bulanan ini dilaksanakan dengan menggunakan bahasa resmi yakni Bahasa Inggris dan Bahasa Arab, mulai dari pembukaan sampai akhir selesai Apel.
Arsip data pada bulan April, 2009
Apel Bulanan Mahasiswa Intensif
Silaturrahiem BEM Sekolah Tinggi Agama Islam Lukmanul Hakim (STAIL) Surabaya
Kunjungan resmi ke kampus IDIA Prenduan……..
Pada tanggal 13 April 2009, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) IDIA Prenduan mendapat kunjungan dari kampus BEM STAIL SURABAYA Surabaya yang ingin menjalin tali silaturrahiem bersama kami para pengurus BEM IDIA Prenduan. Pada dasarnya kunjungan ini mereupakan serangkaian kegiatan Study komperatif yang dilakukan BEM STAIL Surabaya kepada kampus-kampus di Madura yang berlabelkan Islam, diantaranya BEM STAIN Pamekasan, BEM [lengkapnya...]
Pengaruh Kegiatan Pramuka terhadap Kedisiplinan Kegiatan Intrakurikuler Siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Huda Pakandangan Kec. Bluto Kab. Sumenep Tahun 2007
ABSTRAKSI
Gerakan Pramuka merupakan pendidikan yang menarik dan sarat dengan kedisiplinan sehingga para remaja dapat mengikuti kegiatan dengan suka rela tanpa adanya paksaan. Sehingga penanaman kedisiplinan pada remaja dapat berjalan dengan baik tanpa adanya rasa bosan dan terpaksa yang dapat membuat para remaja berontak. Karena di dalam pendidikan kepramukaan menggunakan sistem pendidikan “bermain sambil belajar” dan tidak lepas dari faktor kedisiplinan yang tinggi karena pendidikan yang seperti ini membutuhkan kedisiplinan yang tinggi, apabila tidak [lengkapnya...]
Studi tentang Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah Nurus Sa’adah Kampung Tegal Desa Pekandangan Barat Kecamatan Bluto Kabupaten Sumenep Tahun 2006-2007
ABSTRAKSI
Perkembangan pendidikan Islam berjalan seiring dengan kemunculan agama Islam itu sendiri. Pada masa awal perkembangan Islam di Indonesia, pendidikan Islam secara formal masih belum ada. Pendidikan Islam pada umumnya masih bersifat non formal, dan itupun masih terfokus pada penanaman keimanan dan ibadah-ibadah ritual.
Permasalahan dalam penelitian ini adalah tentang partisipasi masyarakat dalam pengembangan pendidikan Islam di [lengkapnya...]
Kajian Tafsir di Indonesia (Tahun 1960 – 2008)
Al Qur’an yang dalam memori kolektif kaum muslimin sepanjang abad sebagai kalam Allah, menyebut dirinya sebagai “ petunjuk bagi manusia” dan memberikan “penjelasan atas segala sesuatu” sedemikian rupa sehinggga tidak ada sesuatupun yang ada dalam realitas yang luput dari penjelasannya. Bila diasumsikan bahwa kandungan al Qur’an bersifat universal, berarti aktualitas makna tersebut pada tataran kesejarahan meniscayakan dialog dengan pengalaman manusia dalam konteks waktu. Hal ini juga berlaku dengan kajian tafsir yang ada di Indonesia. Sesuai dengan kondisi sosio-historisnya, Indonesia juga mempunyai perkembangan tersendiri dalam kaitannya dengan proses untuk memahami dan menafsirkan al Qur’an.
Perkembangan penafsiran al Qur’an agak berbeda dengan perkembangan yang terjadi di dunia Arab yang merupakan tempat turunnya al Qur’an dan sekaligus tempat kelahiran tafsir al-Qur’an. Perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh perbedaan latar belakang budaya dan bahasa. Karena bahasa Arab adalah bahasa mereka, maka mereka tidak mengalami kesulitan berarti untuk memahami bahasa al Qur’an sehingga proses penafsiran juga lumayan cepat dan pesat. Hal ini berbeda dengan bangsa Indonesia yang bahasa ibunya bukan bahasa Arab. Karena itu proses pemahaman al Qur’an terlebih dahulu dimulai dengan penerjemahan al Qur’an ke dalam bahasa Indonesia baru kemudian dilanjutkan dengan pemberian penafsiran yang lebih luas dan rinci. Oleh karena itu pula, maka dapat dipahami jika penafsiran al Qur’an di Indonesia melalui proses yang lebih lama jika dibandingkan dengan yang berlaku di tempat asalnya.
Download artikel lengkap: Kajian Tafsir di Indonesia (Tahun 1960 – 2008)
