ASPEK-ASPEK LEKSIKAL DALAM AL-QUR`AN: Shîghah, Binâ`, Wazn dan Isytiqâq

Ditulis pada 17 April 2010 - kategori Karya Dosen, Karya Ilmiah - 0 Komentar - dibaca 81 kali

Mukaddimah

Kemampuan berbahasa yang baik ditandai, pertama-tama, dengan penguasaan kaidah-kaidah gramatikal dan aplikasinya. Untuk berbahasa Arab dengan baik, misalnya, seseorang harus selamanya mengikuti aturan-aturan yang dirumuskan dalam ilmu nahw dan sharf. Tetapi itu tidak cukup. Pada tahap yang lebih tinggi, seorang pengguna bahasa dituntut untuk tidak saja benar secara gramatikal, tetapi juga cermat dalam memilih kata dan ungkapan, mahir dalam mengolah frasa dan kalimat, serta sensitif dalam menggunakan gaya bahasa tertentu.

Dalam kajian bahasa Arab, dua tingkatan kemampuan berbahasa itu dikenal dengan al-mustawâ al-namthî (level tipikal) dan al-mustawâ al-fannî (level estetis). Yang pertama menunjuk pada tingkat berbahasa yang ”sekedar” benar secara gramatikal. Sementara yang kedua menunjuk pada tingkat berbahasa yang telah ”selesai” dengan persoalan-persoalan gramatikal dan berorientasi pada sesuatu yang lebih tinggi dari itu.
Dapatkan Artikel Penuh: Klik Disini

Bookmark artikel ini pada :

Tinggalkan pesan Anda

© 2009 :: IDIA Prenduan powered by WordPress :: university theme by anwardani