PENDIDIKAN PESANTREN, FORMAT PENDIDIKAN IDEAL PASCA SURAMADU

Ditulis pada 6 Juli 2010 - kategori Berita, Karya Alumni, Karya Dosen, Karya Ilmiah - 0 Komentar - dibaca 87 kali

Jembatan Suramadu (JS) diperkirakan selesai mei 2009 (Radar Madura, 1 Desember 2008). Sehingga, seluruh komponen masyarakat Madura “mau-tidak mau” harus bersiap diri untuk memasuki babak baru Madura. Kini, banyak ahli dan para pakar duduk bersama untuk membicarakan perencanaan pembangunan Madura dengan dimediasi oleh Universitas Trunojoyo (UNIJOYO), mereka terus melakukan langkah demi kesiapan Madura secara fisik maupun non-fisik. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah Rapat Koordinasi empat kabupaten di Madura dengan mengundang seluruh penguasa masing-masing daerah (baca: Bupati). Para pakar tersebut ingin mendengar rencana dan strategi para bupati dalam mempersiapakan daerahnya masing-masing, sehingga beberapa rekomendasi yang dihasilkan mereka nantinya sinergis dengan keinginan daerah. Tapi, sayang, usaha tersebut tak kunjung membuahkan hasil. Masing-masing daerah rupanya mempunyai ego sentries yang tinggi, hingga untuk sekadar duduk bersama saja pun tidak bisa hadir. Ironis. pendidikan-pesantren-adalah-format-pendidikan2

Oleh : Hermanto Kholil, S.Pd.I.

Bookmark artikel ini pada :

Tinggalkan pesan Anda

© 2009 :: IDIA Prenduan powered by WordPress :: university theme by anwardani