Arsip data pada kategori ‘Karya Ilmiah’

 

Menyoal Netralitas Sain….

Pendahuluan

Perkembangan ilmu pengetahuan tidak pernah terlepas dari sejarah peradaban manusia. Ia selalu terkait berkelindan satu sama lainnya. Tidak terkecuali sejarah filsafat ilmu. Filsafat itu sendiri telah muncul sejak ribuan tahun yang lalu di mana akal manusia masih dihadapkan pada ruang dinamika pemikiran yang sederhana dan permasalahan yang tidak begitu komplek seperti saat ini. Sejarah ilmu pengetahuan mencatat bahwa perkembangan awal yang signifikan dalam ilmu pengetahuan dimulai sejak zaman Yunani Kuno (kurang lebih 600 SM). Di mana periode ini ditandai oleh pergeseran gugusan pemikiran (paradigm shift) dari hal-hal yang berbau mistis ke yang logis. Dari kepercayaan mistis yang irrasional terhadap fenomena alam menuju ke arah penjelasan logis yang berdasar pada rasio.

Persoalan sejarah ilmu pengetahuan tidak berhenti di situ saja, selanjutnya terjadi semacam saling tarik-menarik yang saling mendominasi antar berbagai ide pemikiran dalam memperjuangkan eksistensi ilmu pengetahuannya. Tujuan mulia ilmu yang beraras pada pencapaian kebenaran yang hakiki demi kepentingan kemaslahatan manusia itu sendiri menjadi semacam tonggak dasar dari munculnya perselisihan dinamika ilmu pengetahuan selanjutnya. Hal tersebut dapat dilihat dari fenomena pertentangan yang bahkan saling melemahkan dalam dunia filsafat Yunani kuno

Donwload artikel lengkap: Menyoal Netralitas Sain

Ditulis pada 13 Mei 2010 - kategori Karya Dosen - dengan 1 komentar - dibaca 55 kali

 

Pemuda Madura Menatap Masa Depan

Oleh : Muhammad Amrullah*

Pemuda Madura Menatap Masa Depan (Analisa Pasca Realisasi Jembatan Suramadu)

Pendahuluan
Berbagai problem kepemudaan Indonesia saat ini datang silih berganti mengisi lembar-lembar sejarah dari masa ke masa. Mulai dari orde baru, orde lama, orde reformasi hingga orde pembaharuan saat ini, yang konon banyak yang [lengkapnya...]

Ditulis pada 13 Mei 2010 - kategori Karya Mahasiswa - dengan 0 komentar - dibaca 118 kali

 

Lemahnya Dunia Riset di Pesantren

Dari sekian gambaran tentang asal-usul dan eksistensi pesantren yang banyak dikemukakan banyak pakar, khususnya dalam kontek sejarah sistem pendidikan, proposisi teoritis bahwa pesantren merupakan model pendidikan asli Indonesia banyak diterima. Dalam kontek kependidikan Islam, argumen pendukung teori ini adalah fakta bahwa sistem pendidikan dengan model pesantren ternyata tidak terdapat dibelahan lain dunia muslim kecuali Indonesia, tidak di Timur Tengah sekalipun yang notabene dengan tempat Islam bersentuhan dengan komplensitas problem pembelajaran manusia sejak awal kelahirannya. Argumen ini juga disepakati juga oleh pihak pesantren. Hanya saja jarang dipertanyakan oleh sejarawan dan praktisi pendidikan pesantren bahwa ada soal penting yang layak didiskusikan dan ditelusuri dibalik keabsahan premis dasarnya itu. [lengkapnya...]

Ditulis pada 13 Mei 2010 - kategori Karya Alumni - dengan 0 komentar - dibaca 68 kali

 

Belajar di Pesantren, Mengapa Mesti Minder!

Oleh : Putra Lastika*

Beberapa bulan lalu ketika saya berkunjung ke rumah teman, saya mendengar sedikit selintingan yang rasanya kurang enak didengar oleh telinga saya sendiri. Saat itu ketika saya dan teman saya tadi lagi reuni bareng teman-teman lama. Kami saling memperkenalkan diri satu sama lain sehingga terjadi obrolan tentang keadaan daerah masing-masing dan tentang pendidikan masing-masing, pada awalnya saya sangat senang karena bisa kenal sama orang-orang yang belum saya kenal sebelumnya. Tapi saat dia ngobrol dengan teman saya tersebut ada satu kalimat yang membuat hati saya tidak deal dengan kalimat yang ia katakan waktu itu, kata-kata itu kurang lebih seperti ini “Boss, loe kok mau kuliah di pesantren, kenapa gak di luar aja, kan lebih terjamin, pendidikan pesantren itu gak sesuai dengan keadaan saat ini!” Mendengar kalimat itu saya langsung tersinggung, karena saat itu saya memang salah satu [lengkapnya...]

Ditulis pada 13 Mei 2010 - kategori Karya Mahasiswa - dengan 0 komentar - dibaca 48 kali

 

Tujuan Penciptaan Manusia Dalam Al Qur’an

Manusia menurut Nurcholish Madjid memang merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang mengagumkan dan penuh misteri. Dia tersusun dari perpaduan dua unsur ; segenggam tanah bumi, dan ruh Allah, maka siapa yang hanya mengenal aspek tanahnya dan melalaikan aspek tiupan ruh Allah, maka dia tidak akan mengenal lebih jauh hakikat manusia. Al-Qur’an sendiri juga menyatakan bahwa manusia memang merupakan makhluk paling sempurna yang diciptakan oleh Allah. Ada banyak sekali kelebihan yang diberikan oleh Allah swt kepada manusia yang tidak diberikan kepada makhluk-makhlukNya yang lain. Ada beberapa ‘perangkat’ yang diberikan Allah swt. kepada manusia yang menjadikannya unggul dan terdepan dari para makhluk lainnya seperti; memiliki daya tubuh yang membuat fisiknya kuat; daya hidup yang membuatnya mampu mengembangkan dan menyesuaikan diri dengan lingkungan serta mempertahankan diri menghadapi tantangan; daya akal yang membuatnya memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi; daya kalbu yang memungkinkannya bermoral, merasakan keindahan, kelezatan iman, dan kehadiran Allah.
Oleh karena itu, manusia perlu menyadari eksistensi dan tujuan penciptaan dirinya, memahami risalah hidupnya selaku pengemban amanah Allah, melalui arahan dan bimbingan yang berkesinambungan agar kehidupannya menjadi lebih berarti. Hal ini disebabkan karena pada dasarnya segala sesuatu diciptakan dengan adanya satu tujuan. Dengan tujuan itulah kemudian sesuatu difungsikan dan
Download artikel lengkap: tujuan penciptaan manusia dalam al-quran

Ditulis pada 13 Mei 2010 - kategori Karya Dosen - dengan 0 komentar - dibaca 44 kali

 

Page 2 of 8«1234»...Last »

 

© 2009 :: IDIA Prenduan powered by WordPress :: university theme by anwardani