Pendidikan, sebagai latar-depan gerak maju perkembangan peradaban mempunyai beberapa ciri penting, salah satunya adalah terbentuknya karakter peserta didik yang berfungsi sebagai penentu dominan dalam penentuan arah peradaban manusia atau paling tidak—meminjam istilah Antonio Gramsci—sebagai pelaku sejarah yang dapat membingkai kontinuitas keberlangsungan hidup manusia dalam konteks global lebih-lebih dalam konteks lokal. [lengkapnya...]
Arsip data pada kategori ‘Karya Ilmiah’
Pendidikan Visioner
TEKA-TEKI CINTA
Moh. Ghufron Cholid
“Ihsan kamu harus menikah dengan uswah!”
”Menikah!”
”Ya, kamu harus menikah dengan Uswah!”
”Kenapa harus dengan Uswah?”
”Kamu akan hidup bahagia!”
”Semudah itukah?” [lengkapnya...]
Kebersamaan Kita
Moh. Ghufron Cholid
Teruntuk guruku tercinta KH. Moh. Idris Jauhari Kau hadiahkan buah ilmu Hingga hilang laparku Mengeja kebersamaan kita O guruku Halaman silaturahmiku semakin hijau Impianmu yang telah kuterjemahkan Dalam bait-bait hidupku Ringkasan mutiara hikmahmu Itulah tempatku bercermin Sesekali mengingatkanku betapa rindang pohon kasihmu Jalan yang kau tempuh Adalah hamparan sejarah Untukku melangkah Hingga aku bisa meraba jaman Antarkan aku dengan doamu, guruku Resahku yang menjelma guyuran hujan di halaman tungguku Itulah yang akan segera reda beriring ridla Tuhan Al-Amien, 2010 Biodata Penulis Moh. Ghufron Cholid, lahir di Bangkalan alumni TMI Al-Amien 2006 Sunsavista31, Pembina Sanggar Sastra Al-Amien (SSA),
ASPEK-ASPEK LEKSIKAL DALAM AL-QUR`AN: Shîghah, Binâ`, Wazn dan Isytiqâq
Mukaddimah
Kemampuan berbahasa yang baik ditandai, pertama-tama, dengan penguasaan kaidah-kaidah gramatikal dan aplikasinya. Untuk berbahasa Arab dengan baik, misalnya, seseorang harus selamanya mengikuti aturan-aturan yang dirumuskan dalam ilmu nahw dan sharf. Tetapi itu tidak cukup. Pada tahap yang lebih tinggi, seorang pengguna bahasa dituntut untuk tidak saja benar secara gramatikal, tetapi juga cermat dalam memilih kata dan ungkapan, mahir dalam mengolah frasa dan kalimat, serta sensitif dalam menggunakan gaya bahasa tertentu.
Dalam kajian bahasa Arab, dua tingkatan kemampuan berbahasa itu dikenal dengan al-mustawâ al-namthî (level tipikal) dan al-mustawâ al-fannî (level estetis). Yang pertama menunjuk pada tingkat berbahasa yang ”sekedar” benar secara gramatikal. Sementara yang kedua menunjuk pada tingkat berbahasa yang telah ”selesai” dengan persoalan-persoalan gramatikal dan berorientasi pada sesuatu yang lebih tinggi dari itu.
Dapatkan Artikel Penuh: Klik Disini
KARISMA KIYAI DAN POLITIK PRAKTIS
By: Kholisuddin
Politik adalah sebuah terem yang tidak asing lagi di telinga kita. Politik merupakan sebuah instrumen ketetanegaraan. Dalam mewujudkan pemerintahan pasti akan berkaitan langsung dengan istiah politik tersebut. Bagi orang awam yang tidak paham akan hakikatnya politik pasti tercipta mindset yang tidak jelas akan makna politik tersebut. memang seperti itulah, perkembangan makna politik pun kian kabur dan semakin tidak jelas arahnya dan seperti apa politik sesungguhnya yang harus tercipta dalam sebuah kepemerintahan. Semuanya tidak pasti akan makna yang sebenernya mengenai politik tersebut. Tetapi, dengan seringnya kita mengamati atau bahkan kita ikut terlibat di dalamnya baik itu sebagi peserta atau pun hanya sebagai pelaku yang hanya diarahkan oleh pemegang kekuasaan, pemahaman akan politik itu pun memunculkan bias yang berbeda dalam benak masng-masing orang. Mungkin ada sebagian orang [lengkapnya...]
