Arsip data pada kategori ‘Karya Ilmiah’

 

MENJADI INDONESIA

Untung Rugi Dijajah Belanda
Di mata bangsa asing, mungkin Indonesia terlihat sebagai gadis manis bertubuh molek nan sintal yang sangat menggairahkan. Betapa tidak, bangsa asing seolah berebutan untuk menggagahi dan menikmati kecantikan Indonesia. Sejarah mencatat, Portugis, Inggris, Spanyol, dan Belanda berlomba-lomba untuk menjadi pejantan perkasa yang berhak untuk mereguk kenikmatan yang disediakan ibu pertiwi. Mereka bahkan harus terlibat konflik untuk menjadi yang terpantas menguasai persada Nusantara. Tragisnya lagi, bangsa Asia sendiripun seolah tergoda untuk turut menikmati kekayaan Indonesia yang melimpah. Jepang, adalah negara yang ditakdirkan sukses menjadi penguasa negeri ini di masa kolonial.
Dapatkan artikel lengkap: Menjadi Indonesia

Ditulis pada 14 April 2010 - kategori Karya Ilmiah - dengan 0 komentar - dibaca 15 kali

 

Sebelum Hilang Sudah Berganti

Bila Ismail Marzuki mengatakan dalam potongan lagu Kebangsaan Nasional “Gugur Satu Tumbuh Seribu..“demikian dinyatakan kesedihan yang menyayat jiwa ditinggal sang pahlawan bangsa. begitu pula judul lagu yang digubah oleh Group Band Power Slaves (PS) “pergi satu datang lagi yang baru“. Dan sekarang hal yang demikian itu tengah dirasakan oleh Kampus IDIA Prenduan. Melihat Struktur IDIA sebentar lagi akan berubah, pasalnya KH. Abushiri Sholehuddin beberapa minggu lagi akan meninggalkan IDIA dan hijrah ke NTB untuk menugurus sebuah pondok di sana. Posisi beliau di BAAK akan digantikan oleh ustadz Suhaimi. Sebelum BAAK lama meninggalkan jabatannya, pihak IDIA telah menunjuk penggantinya, ”sebelum patah sudah tumbuh kembali”. Pria energik ini mengaku siap memberikan yang terbaik buat IDIA. Meski belum berpengalaman di bidang BAAK, beliau mengatakan siap untuk belajar dan akan lebih baik lagi dari BAAK sebelumnya.
Pada rapat malam kamisan lalu (7/4/2010) pengganti BAAK baru ini sudah menghadiri rapat. Meski belum secara resmi menjabat di BAAK, namun pihak IDIA telah menyuruh beliau untuk berperan aktif sebagai proses kaderisasi. Para asatidz yakin, beliau akan mampu memberikan yang terbaik buat IDIA. [lengkapnya...]

Ditulis pada 13 April 2010 - kategori Berita Kampus, Karya Mahasiswa - dengan 0 komentar - dibaca 79 kali

 

Integrasi Al-Hadist dan Al-Qur’an

Hermanto Kholil, S.Pd.IPENDAHULUAN

Sumber ajaran Islam adalah asal atau tempat ajaran Islam itu diambil sebagai sumber mengindikasikan makna bahwa ajaran Islam berasal dari sesuatu yang dapat digali dan dipergunakan untuk kepentingan operasionalisasi ajaran Islam dan pengembangannya sesuai dengan kebutuhan dan tangtangan yang dihadapi ummat Islam. Setipa prilaku dan tindakan ummat Islam baik secara individu maupun kelompok harus dilakukan berdasarkan sumber tersebut. Oleh karena itu sumber ajaran Islam berfungsi sebagai dasar pokok ajaran Islam. Sebagai dasar, maka sumber itu menjadi landasan semua prilaku dan tindakan ummat Islam sekaligus sebagai referensi tempat orientasi dan komunitas dan tolak ukur.

Sebagian besar ummat Islam sepakat menetapkan sumber ajaran Islam itu adalah Al-qur’an, Al-Sunnah dan Ijtihad. Kesepakatan itu tidak semata didasarkan kemauan bersama tapi kepada dasar-dasar normatif yang berasal dari Al-qur’an dan Al-sunnah sendiri. Maka, sangat dianggap perlu untuk menjaga kesinambungan wahyu dan detail-detail fenomena sejarah Nabi, sebagai sumber ajaran agama kita (Islam).
Donwload Artikel Lengkap: Intergrasi Al-Qur’an dan Hadist

Ditulis pada 2 April 2010 - kategori Karya Alumni, Karya Dosen, Karya Ilmiah - dengan 0 komentar - dibaca 147 kali

 

Mimpi Sang Pemimpi Di Negeri Mimpi, Find Your Life!

Lucu mungkin jika seorang pemimpi mampu mewujudkan impiannya, aneh mungkin juga bilamana pencipta teori merealisasikan idenya. Tapi it’s real, why not?. Coba kita tengok kembali sang penggagas telephon “mas Alex” Alexander Graham Bell lengkapnya, atau den Einstein yang kita coba kenalan dengan ciptaannya teori relativitas. Nyata kan? Lalu kenapa kita tidak mengikuti jejak langkah mereka yang menyejarah ini bahkan sang imam Averroes (Ibnu Rusyd) bapak philosop Islam, [lengkapnya...]

Ditulis pada 13 Maret 2010 - kategori Karya Alumni - dengan 0 komentar - dibaca 18 kali

 

Program Intensif

Sekilas tentang Program Intensif

Melalui program ini, IDIA Prenduan menawarkan kepada setiap muslim dan muslimah lulusan SLTA/sederajat, sebuah program perkuliahan yang memadukan antara pola pendidikan pesantren dengan sistem perkuliahan modern yang berlangsung secara komprehensif dan integral selama 24 jam penuh.

Masa pendidikan 4 tahun, dengan program dan kegiatan edukatif, yang meliputi: pendidikan keimanan dan ketaqwaan, keilmuan dan intelektualitas, kepemimpinan dan keorganisasian, keguruan dan keteladanan, pengembangan kepribadian, pendidikan kemasyarakatan, penelitian dan pengembangan, kemandirian dan kewirausahaan, keterampilan dalam menguasai fasilitas modern, kesehatan, olahraga, pendidikan lingkungan dan kesenian, serta pendidikan kewanitaan (khusus mahasiswi).

Program Intensif IDIA Prenduan adalah “Pesantren Perguruan Tinggi” yang mencoba menanamkan nilai-nilai luhur Islam dan sunnah-sunnah murni pondok pesantren ke dalam jiwa peserta didik, sekaligus menciptakan pribadi yang berwawasan luas dengan menekankan pada penguasaan bahasa Arab dan Inggris sebagai percakapan sehari-hari, pengantar studi, dan diskusi ilmiah, serta penulisan & munaqoshah skripsi.

Ditulis pada 12 Januari 2010 - kategori Karya Ilmiah - dengan 0 komentar - dibaca 53 kali

 

Page 4 of 8« First...«3456»...Last »

 

© 2009 :: IDIA Prenduan powered by WordPress :: university theme by anwardani