Arsip data pada kategori ‘Kolom Alumni’

 

Pendidikan Visioner

Pendidikan, sebagai latar-depan gerak maju perkembangan peradaban mempunyai beberapa ciri penting, salah satunya adalah terbentuknya karakter peserta didik yang berfungsi sebagai penentu dominan dalam penentuan arah peradaban manusia atau paling tidak—meminjam istilah Antonio Gramsci—sebagai pelaku sejarah yang dapat membingkai kontinuitas keberlangsungan hidup manusia dalam konteks global lebih-lebih dalam konteks lokal.

Bagi Ibnu Khaldun, pendidikan adalah usaha untuk melahirkan masyarakat yang berkebudayaan serta usaha untuk melestarikan eksistensi masyarakat. Selanjutnya, setelah kepentingan itu pendidikan akan mengarah kepada pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. (Fathiyah, 1987:59). Singkat kata, Ibn Khaldun menyepakati bahwa tujuan utama dari pendidikan adalah memberi kesempatan kepada anak untuk aktif dan bekerja, karena dia memandang aktifitas ini penting bagi terbentuknya pikiran dan kematangan individu. Kemudian kematangan ini akan mendapatkan faedah bagi masyarakat. Karena pikiran yang matang adalah alat kemajuan ilmu, industri dan sistem sosial.

Sumber daya manusia yang berkualitas sebagai out-put dari lembaga pendidikan nasional merupakan sasaran pembangunan nasional. Pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi di Indonesia untuk keberhasilan dalam proses pembebasan dari ketergantungan, salah satu sarat utamanya adalah melaksanakan sistem pendidikan nasional yang mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi. (Thoyib, 1999:4)
Pada konteks Indonesia, pendidikan merupakan salah satu pilar pembangunan. Ini menandakan bahwa pendidikan tidak hanya berbicara pada konteks bagaimana individu itu menjadi cerdas, tetapi juga berbicara bagaimana pendidikan mampu memperbaiki struktur pembangunan dalam suatu negara. Pada sisi ini pendidikan berfungsi sebagai penopang tegaknya pembangunan melalui penciptaan sumber daya manusia (SDM) berkualitas, baik dalam hal iptek-nya maupun dalam imtaq-nya.

Download artikel lengkap: pendidikan-visioner

Ditulis pada 31 Maret 2009 - kategori Kolom Alumni - dengan 1.497 komentar - dibaca 1.689 kali

 

Lemahnya Dunia Riset di Pesantren

Dari sekian gambaran tentang asal-usul dan eksistensi pesantren yang banyak dikemukakan banyak pakar, khususnya dalam kontek sejarah sistem pendidikan, proposisi teoritis bahwa pesantren merupakan model pendidikan asli Indonesia banyak diterima. Dalam kontek kependidikan Islam, argumen pendukung teori ini adalah fakta bahwa sistem pendidikan dengan model pesantren ternyata tidak terdapat dibelahan lain dunia muslim kecuali Indonesia, tidak di Timur Tengah sekalipun yang notabene dengan tempat Islam bersentuhan dengan komplensitas problem pembelajaran manusia sejak awal kelahirannya. Argumen ini juga disepakati juga oleh pihak pesantren. Hanya saja jarang dipertanyakan oleh sejarawan dan praktisi pendidikan pesantren bahwa ada soal penting yang layak didiskusikan dan ditelusuri dibalik keabsahan premis dasarnya itu.

Menurut, Hamzah F. Harmi dosen IDIA Prenduan, menjadi soal penting ketika kita menerima proposisi bahwa pesantren merupakan model pendidikan asli Indonesia. Sebab, penerimaan ini mengandaikan penerimaan proposisi tentang kesejarahan lokal dari sejumlah peradapan global di Indonesia, seperti peradapan India-Hindu-Bhudisme, Islam dan Barat Kristen. Sebab, Indonesia sebagai negara yang dibangun 63 tahun yang lalu, telah disinggahi tiga peradaban besar dunia itu: peradaban India-Hindu Bhudisme yang tumbuh di sungai Indus sekitar [lengkapnya...]

Ditulis pada 31 Maret 2009 - kategori Kolom Alumni - dengan 1.544 komentar - dibaca 1.306 kali

 

Tasawwuf dalam Pandangan Imam Gazhali

Pro dan kontra dalam memahami pemikiran seseorang itu sudah menjadi Sunntullah, karena setiap manusia mempunyai latar belakang pendidikan, lingkungan, kebiasaan, pengalaman, kemampuan jasmani atau otak dll yang berbeda-beda, walaupun ada yang sama, sehingga wajar sekali ada perbedaan dan kesamaan pemahaman setiap mereka. Tidak ada gading yang tak retak. Artinya,  tidak ada manusia yang sempurna. Setiap manusia punya kelebihan dan punya kekurangan. Begitu juga Imam Gazhali. Beliau punya kelebihan dan kekurangan. Banyak yang pro dengan beliau, tapi juga banyak yang kontra. Musthafa (2004:220) menyebutkan dan mengatakan yang pro dan kontra dengan beliau adalah:
“Yang pro antara lain: Ibnu al-’Ibri dan Raymond Martin banyak mengambil pikiran-pikiran al-Gazhali untuk menguatkan pendirian-pendirianya. Demikian pula Pascal (Perancis,1623-1662) dan filosof-filosof barat lainnya, yang banyak persamaan dengan al-Gazhali dalam pendiriannya, bahwa keyakinan beragama tidak bisa diperoleh dari akal pikiran semata, melainkan harus pula berdasarkan hati dan rasa.

Download artikel lengkap: Tasawwuf dalam Pandangan Imam Gazhali

Ditulis pada 31 Maret 2009 - kategori Kolom Alumni - dengan 42 komentar - dibaca 424 kali

 

 

© 2009 :: idiaprenduan.com developed by anwardani - Disarankan penggunaan firefox 2+, safari 3+, opera 9+, IE 7+ dan chrome untuk tampilan terbaik.