Arsip data pada kategori ‘Karya Dosen’

 

Menelusuri Jejak Pemikiran Tokoh Pendidikan Islam Indonesia

Pemikiran pendidikan Islam selalu menjadi topik perbincangan hangat dari waktu ke waktu. Mulai dari munculnya Islam sebagai agama hingga terelaborasinya Islam menjadi objek studi dalam ranah pemikiran para cendekiawan muslim maupun orientalis. Mulai dari zaman klasik hingga - meminjam istilah Prof. Dr. Nur Cholish Madjid – zaman neo modernis. Pada tataran konsep pemikiran pendidikan, telah banyak dikaji secara parsial maupun komprehensif tentang apa, bagaimana dan kemana arah tujuan pendidikan Islam sesungguhnya, seiring sejalan dengan perkembangan konstruk sosial umat muslim tentunya dan perkembangan ilmu pengetahuan serta tuntutan zaman. [lengkapnya...]

Ditulis pada 13 Mei 2009 - kategori Karya Dosen - dengan 0 komentar - dibaca 23 kali

 

Kajian Tafsir di Indonesia (Tahun 1960 – 2008)

Al Qur’an yang dalam memori kolektif kaum muslimin sepanjang abad sebagai kalam Allah, menyebut dirinya sebagai “ petunjuk bagi manusia”  dan  memberikan “penjelasan atas segala sesuatu”  sedemikian rupa sehinggga tidak ada sesuatupun yang ada dalam realitas yang luput dari penjelasannya.  Bila diasumsikan bahwa kandungan al Qur’an bersifat universal, berarti aktualitas makna tersebut pada tataran kesejarahan meniscayakan dialog dengan pengalaman manusia dalam konteks waktu.  Hal ini juga berlaku dengan kajian tafsir yang ada di Indonesia. Sesuai dengan kondisi sosio-historisnya, Indonesia juga mempunyai perkembangan tersendiri dalam kaitannya dengan proses untuk memahami dan menafsirkan al Qur’an.

Perkembangan penafsiran al Qur’an agak berbeda dengan perkembangan yang terjadi di dunia Arab yang merupakan tempat turunnya al Qur’an dan sekaligus tempat kelahiran tafsir al-Qur’an. Perbedaan tersebut terutama disebabkan oleh perbedaan latar belakang budaya dan bahasa.  Karena bahasa Arab adalah bahasa mereka, maka mereka tidak mengalami kesulitan berarti untuk memahami bahasa al Qur’an sehingga proses penafsiran juga lumayan cepat dan pesat. Hal ini berbeda dengan  bangsa Indonesia yang bahasa ibunya bukan bahasa Arab. Karena itu proses pemahaman al Qur’an terlebih dahulu dimulai dengan penerjemahan al Qur’an ke dalam bahasa Indonesia  baru kemudian dilanjutkan dengan pemberian penafsiran  yang lebih luas dan rinci. Oleh karena itu pula, maka dapat dipahami jika penafsiran al Qur’an di Indonesia melalui proses yang lebih lama jika dibandingkan dengan yang berlaku di tempat asalnya.

Download artikel lengkap: Kajian Tafsir di Indonesia (Tahun 1960 – 2008)

Ditulis pada 2 April 2009 - kategori Karya Dosen - dengan 0 komentar - dibaca 485 kali

 

KAMI AKAN SEGERA MENERBITKAN NASKAH ANDA

TINGGALKAN TULISAN ANDA DI KOTA INI

Nama Anda (dibutuhkan)

Email Anda (dibutuhkan)

Subjek

Pesan Anda

captcha

Pesan Anda akan dikirim ke e-mail redaksi dan segera mendapat tanggapan.
Terima kasih atas kunjungan anda.

Ditulis pada 3 Juni 2007 - kategori Karya Alumni, Karya Dosen - dengan 0 komentar - dibaca 22 kali

 

Page 2 of 2«12

 

© 2009 :: IDIA Prenduan powered by WordPress :: university theme by anwardani