Arsip data pada kategori ‘Kolom Mahasiswa’

 

Pemuda Madura Menatap Masa Depan (Analisa Pasca Realisasi Jembatan Suramadu)

Oleh : Muhammad Amrullah*

Pendahuluan
Berbagai problem kepemudaan Indonesia saat ini datang silih berganti mengisi lembar-lembar sejarah dari masa ke masa. Mulai dari orde baru, orde lama, orde reformasi hingga orde pembaharuan saat ini, yang konon banyak yang menyatakan “Saatnya yang Muda Memimpin”. Begitu juga mereka para pemuda yang mengisi ruang-ruang hampa tak bermakna, jatuh dalam lembah kegelapan dunia materialistik dan hedonis, perkelahian antar pelajar dan mahasiswa, [lengkapnya...]

Ditulis pada 10 Juni 2009 - kategori Kolom Mahasiswa - dengan 1.276 komentar - dibaca 2.508 kali

 

Bila Kiai jadi Politikus

Oleh: Sayyidi Musthafa*

Kiai merupakan unsur yang sangat penting dalam sebuah pesantren. Kiai dalam pesantren ibarat nakhoda dalam sebuah kapal atau sopir dalam sebuah bis. Kiailah yang menentukan arah pesantren. Oleh karena itu, kiai merupakan central figure dan panutan bagi seluruh santri. Peranan kiai dalam sebuah pesantren sangat urgen dalam menentukan arah pendidikan dan pembentukan sikap santri. Bila kiai baik, maka pesantren yang dipimpinnya akan baik, begitu juga sebaliknya, bila kiai tidak bisa memberikan contoh yang baik, maka pesantren yang dipimpinnya akan berantakan. Lebih jauh lagi, seorang kiai tidak hanya menjadi panutan bagi santrinya tapi juga bagi masyarakat luas.

Sebagai central figure, seorang kiai akan diikuti oleh santrinya dalam segala hal, dalam bidang keilmuan, kepemimpinan, gaya hidup dan lain sebagainya. Ringkasnya segala gerak-gerik, tingkah laku, kepribadian kiai akan mempengaruhi pembentukan sikap santri. Oleh karena itu, seorang kiai seharusnya mempunyai pengetahuan yang luas dalam segala hal. Mempunyai kepribadian yang baik, mampu memimpin dengan memberikan tauladan yang baik dan mempunyai gaya hidup yang sesuai dengan nilai-nilai Islam dan kebudayaan masyarakat sekitar. Bila semua hal tersebut tidak dimiliki oleh seorang kiai, maka kharisma sebagai seorang kiai akan hilang dan tidak akan dipatuhi oleh santri dan masyarakat luas.

[lengkapnya...]

Ditulis pada 31 Maret 2009 - kategori Kolom Mahasiswa - dengan 1.258 komentar - dibaca 535 kali

 

Belajar di Pesantren, Mengapa Mesti Minder!

Oleh : Putra Lastika*

Beberapa bulan lalu ketika saya berkunjung ke rumah teman, saya mendengar sedikit selintingan yang rasanya kurang enak didengar oleh telinga saya sendiri. Saat itu ketika saya dan teman saya tadi lagi reuni bareng teman-teman lama. Kami saling memperkenalkan diri satu sama lain sehingga terjadi obrolan tentang keadaan daerah masing-masing dan tentang pendidikan masing-masing, pada awalnya saya sangat senang karena bisa kenal sama orang-orang yang belum saya kenal sebelumnya. Tapi saat dia ngobrol dengan teman saya tersebut ada satu kalimat yang membuat hati saya tidak deal dengan kalimat yang ia katakan waktu itu, kata-kata itu kurang lebih seperti ini “Boss, loe kok mau kuliah di pesantren, kenapa gak di luar aja, kan lebih terjamin, pendidikan pesantren itu gak sesuai dengan keadaan saat ini!” Mendengar kalimat itu saya langsung tersinggung, karena saat itu saya memang salah satu mahasiswa yang kuliah di pesantren. Saya bingung kenapa hingga saat ini orang-orang khususnya para remaja masih memandang pesantren sebelah mata, tidak yakin kalau lembaga pesantren itu adalah tempat yang sangat efektif untuk menuntut ilmu apapun asalkan berguna dan bermanfaat bagi agama, nusa, bangsa dan bagi orang lain dan cocok bagi semua kalangan. Sepertinya kita semua perlu mengetahui apa sih pesantren itu?, agar pemahaman kita tentang pesantren yang selama ini kita dengar tidak hanya sebatas mendengar dan melihat kalau [lengkapnya...]

Ditulis pada 31 Maret 2009 - kategori Kolom Mahasiswa - dengan 6.018 komentar - dibaca 1.264 kali

 

Bangkit Bersama Pemimpin Idaman

Oleh: Krisman Ariyandi

Setiap manusia adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah. Minimal manusia menjadi pemimpin bagi dirinya. Setelah mati, ia akan ditanyai apa yang telah dilakukan terhadap hidupnya oleh Allah. Hal ini—disadari atau tidak—menjadi bagian dari diri manusia. (Tasmara, 2006:viii).

Kepemimpinan adalah suatu hasil interaksi antar individu dalam suatu kelompok, bukan daripada status atau posisi individu-individu tersebut. (Soemanto dan Soetopo, 1982:29).
Sedangkan memimpin berarti memberikan bentuk dan memberikan teladan, merangsang dan mengambil prakarsa, bertindak dan memiliki kesadaran tentang tanggung jawab terhadap kelompok, bertindak secara aktif dalam  hubungan antara kelompok dan anggota-anggotanya sehingga dengan demikian kelompok tersebut dijadikan kenyataan yang hidup. (Winardi, 2004:336).

Kepemimpinan merupakan salah satu upaya terbentuknya manajemen yang amat penting dalam kehidupan kita baik kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat. Suatu organisasi atau masyarakat yang tidak terdapat sebuah kepemimpinan di dalamnya, maka hancurlah organisasi maupun masyarakat tersebut.

[lengkapnya...]

Ditulis pada 31 Maret 2009 - kategori Kolom Mahasiswa - dengan 36 komentar - dibaca 392 kali

 

Apatisme Pemerintah Terhadap Lembaga Pendidikan Pesantren

Oleh: Husni Umar*

Cita-cita luhur para pendiri bangsa untuk melepaskan diri dari segala bentuk penjajahan ternyata jauh dari harapan. Baik dari bidang politik, ekonomi maupun bidang pendidikan.  Hampir di semua lini kehidupan ini tidak mengalami perubahan yang signifikan. Yang ada hanyalah bangsa ini sudah lepas dari kolonialisme bangsa Belanda, Jepang, dan Portugal. Artinya, secara fisik kita sudah merdeka, namun secara mental kita masih dalam kendali bangsa lain. Salah satunya adalah di bidang pendidikan.

Amanat pendidikan yang sudah ditetapkan dalam pembukaan UUD ‘45, alinea IV, sejak bangsa ini menyatakan kemerdekaannya, yakni “mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah sebagai landasan bahwa bangsa ini harus lepas dari kebodohan dan kejumudan .Hal ini juga menunjukkan bahwa para pendiri bangsa ini sudah paham betul bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam membangun sebuah bangsa. Peradaban dan identitas suatu bangsa dikenal karena kemajuan di bidang pendidikannya. Begitu juga sebaliknya, kerusakan suatu bangsa disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. [lengkapnya...]

Ditulis pada 31 Maret 2009 - kategori Kolom Mahasiswa - dengan 193 komentar - dibaca 1.157 kali

 

 

© 2009 :: idiaprenduan.com developed by anwardani - Disarankan penggunaan firefox 2+, safari 3+, opera 9+, IE 7+ dan chrome untuk tampilan terbaik.