Arsip data pada kategori ‘Karya Mahasiswa’

 

KARISMA KIYAI DAN POLITIK PRAKTIS

By: Kholisuddin
Politik adalah sebuah terem yang tidak asing lagi di telinga kita. Politik merupakan sebuah instrumen ketetanegaraan. Dalam mewujudkan pemerintahan pasti akan berkaitan langsung dengan istiah politik tersebut. Bagi orang awam yang tidak paham akan hakikatnya politik pasti tercipta mindset yang tidak jelas akan makna politik tersebut. memang seperti itulah, perkembangan makna politik pun kian kabur dan semakin tidak jelas arahnya dan seperti apa politik sesungguhnya yang harus tercipta dalam sebuah kepemerintahan. Semuanya tidak pasti akan makna yang sebenernya mengenai politik tersebut. Tetapi, dengan seringnya kita mengamati atau bahkan kita ikut terlibat di dalamnya baik itu sebagi peserta atau pun hanya sebagai pelaku yang hanya diarahkan oleh pemegang kekuasaan, pemahaman akan politik itu pun memunculkan bias yang berbeda dalam benak masng-masing orang. Mungkin ada sebagian orang [lengkapnya...]

Ditulis pada 16 April 2010 - kategori Berita Kampus, Karya Mahasiswa - dengan 0 komentar - dibaca 133 kali

 

Sebelum Hilang Sudah Berganti

Bila Ismail Marzuki mengatakan dalam potongan lagu Kebangsaan Nasional “Gugur Satu Tumbuh Seribu..“demikian dinyatakan kesedihan yang menyayat jiwa ditinggal sang pahlawan bangsa. begitu pula judul lagu yang digubah oleh Group Band Power Slaves (PS) “pergi satu datang lagi yang baru“. Dan sekarang hal yang demikian itu tengah dirasakan oleh Kampus IDIA Prenduan. Melihat Struktur IDIA sebentar lagi akan berubah, pasalnya KH. Abushiri Sholehuddin beberapa minggu lagi akan meninggalkan IDIA dan hijrah ke NTB untuk menugurus sebuah pondok di sana. Posisi beliau di BAAK akan digantikan oleh ustadz Suhaimi. Sebelum BAAK lama meninggalkan jabatannya, pihak IDIA telah menunjuk penggantinya, ”sebelum patah sudah tumbuh kembali”. Pria energik ini mengaku siap memberikan yang terbaik buat IDIA. Meski belum berpengalaman di bidang BAAK, beliau mengatakan siap untuk belajar dan akan lebih baik lagi dari BAAK sebelumnya.
Pada rapat malam kamisan lalu (7/4/2010) pengganti BAAK baru ini sudah menghadiri rapat. Meski belum secara resmi menjabat di BAAK, namun pihak IDIA telah menyuruh beliau untuk berperan aktif sebagai proses kaderisasi. Para asatidz yakin, beliau akan mampu memberikan yang terbaik buat IDIA. [lengkapnya...]

Ditulis pada 13 April 2010 - kategori Berita Kampus, Karya Mahasiswa - dengan 0 komentar - dibaca 79 kali

 

Bangkit Bersama Pemimpin Idaman

Oleh: Krisman Ariyandi

Setiap manusia adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggung jawabannya di hadapan Allah. Minimal manusia menjadi pemimpin bagi dirinya. Setelah mati, ia akan ditanyai apa yang telah dilakukan terhadap hidupnya oleh Allah. Hal ini—disadari atau tidak—menjadi bagian dari diri manusia. (Tasmara, 2006:viii).

Kepemimpinan adalah suatu hasil interaksi antar individu dalam suatu kelompok, bukan daripada status atau posisi individu-individu tersebut. (Soemanto dan Soetopo, 1982:29).
Sedangkan memimpin berarti memberikan bentuk dan memberikan teladan, merangsang dan mengambil prakarsa, bertindak dan memiliki kesadaran tentang tanggung jawab terhadap kelompok, bertindak secara aktif dalam  hubungan antara kelompok dan anggota-anggotanya sehingga dengan demikian kelompok tersebut dijadikan kenyataan yang hidup. (Winardi, 2004:336).

Kepemimpinan merupakan salah satu upaya terbentuknya manajemen yang amat penting dalam kehidupan kita baik kehidupan berorganisasi maupun bermasyarakat. Suatu organisasi atau masyarakat yang tidak terdapat sebuah kepemimpinan di dalamnya, maka hancurlah organisasi maupun masyarakat tersebut.

[lengkapnya...]

Ditulis pada 31 Maret 2009 - kategori Karya Mahasiswa - dengan 2 komentar - dibaca 564 kali

 

Apatisme Pemerintah Terhadap Lembaga Pendidikan Pesantren

Oleh: Husni Umar*

Cita-cita luhur para pendiri bangsa untuk melepaskan diri dari segala bentuk penjajahan ternyata jauh dari harapan. Baik dari bidang politik, ekonomi maupun bidang pendidikan.  Hampir di semua lini kehidupan ini tidak mengalami perubahan yang signifikan. Yang ada hanyalah bangsa ini sudah lepas dari kolonialisme bangsa Belanda, Jepang, dan Portugal. Artinya, secara fisik kita sudah merdeka, namun secara mental kita masih dalam kendali bangsa lain. Salah satunya adalah di bidang pendidikan.

Amanat pendidikan yang sudah ditetapkan dalam pembukaan UUD ‘45, alinea IV, sejak bangsa ini menyatakan kemerdekaannya, yakni “mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah sebagai landasan bahwa bangsa ini harus lepas dari kebodohan dan kejumudan .Hal ini juga menunjukkan bahwa para pendiri bangsa ini sudah paham betul bahwa pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam membangun sebuah bangsa. Peradaban dan identitas suatu bangsa dikenal karena kemajuan di bidang pendidikannya. Begitu juga sebaliknya, kerusakan suatu bangsa disebabkan oleh rendahnya tingkat pendidikan masyarakat. [lengkapnya...]

Ditulis pada 31 Maret 2009 - kategori Karya Mahasiswa - dengan 1 komentar - dibaca 1.393 kali

 

Page 2 of 2«12

 

© 2009 :: IDIA Prenduan powered by WordPress :: university theme by anwardani